Bali kembali jadi sorotan usai pemerintah menyiapkan proyek water taxi yang ditargetkan memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Khususnya pada rute-rute strategis yang selama ini kerap mengalami kemacetan parah di kawasan wisata, sehingga kehadiran moda transportasi baru berbasis laut ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi untuk mendukung mobilitas wisatawan maupun masyarakat lokal di Pulau Dewata. Simak selengkapnya hanya di Bali Indonesia.
Proyek Water Taxi Bali Siap Dimulai 2026
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menyiapkan proyek transportasi laut berupa water taxi di Bali. Proyek ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026. Proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang semakin parah di kawasan pariwisata. Terutama di Kabupaten Badung yang menjadi pusat aktivitas wisata.
Inisiatif ini hadir sebagai respons atas meningkatnya volume kendaraan di Bali yang kerap menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi tidak menentu. Dengan konsep transportasi berbasis laut, pemerintah berharap adanya alternatif mobilitas yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan jalur darat, laut, dan udara. Dengan demikian, Bali diharapkan memiliki sistem mobilitas modern yang mampu mendukung statusnya sebagai destinasi wisata kelas dunia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pengembangan Transportasi Modern
Proyek water taxi di Bali ini memiliki nilai investasi awal yang cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp 1,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung, pengadaan armada, hingga pengembangan sistem operasional yang aman dan terintegrasi.
Menurut Kementerian Perhubungan, investasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi di daerah wisata prioritas nasional. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menarik minat investor lain untuk ikut serta dalam pengembangan sektor transportasi laut di Indonesia.
Pemerintah menilai bahwa investasi besar ini sebanding dengan dampak jangka panjang yang akan dihasilkan, terutama dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Baca Juga: Geger di Labuan Bajo 3 Turis Jerman Terlantar Usai Diduga Ditipu Travel Agent
Rute Bandara Ngurah Rai Jadi Fokus Utama
Salah satu rute utama yang akan dikembangkan dalam proyek ini adalah jalur yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Rute ini dipilih karena merupakan salah satu jalur dengan tingkat kemacetan tertinggi di Bali.
Saat ini, perjalanan dari bandara menuju Canggu melalui jalur darat bisa memakan waktu antara satu hingga dua jam, terutama pada jam sibuk. Namun dengan adanya water taxi, waktu tempuh diperkirakan dapat dipangkas secara signifikan menjadi sekitar 30 menit saja.
Kehadiran rute ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan. Selain itu, jalur laut juga dinilai lebih stabil dan dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih efisien di kawasan pesisir Bali.
Tahapan Pembangunan Dan Target Operasional
Saat ini proyek water taxi Bali masih berada pada tahap perencanaan teknis. PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi dasar utama dalam proses pembangunan infrastruktur proyek tersebut.
Berdasarkan rencana yang telah disusun, tahap konstruksi diperkirakan akan dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2027. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap uji coba operasional sebelum benar-benar dioperasikan secara penuh.
Kementerian Perhubungan juga menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan Bali yang memiliki tantangan gelombang tertentu. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur seperti penahan gelombang (breakwater) juga menjadi bagian penting dalam proyek ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com