Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) lintas negara di Bali sepanjang 2025.
Lonjakan tersebut tidak hanya terlihat dari nilai transaksi, tetapi juga dari jumlah pengguna dan frekuensi transaksi yang terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima sebagai metode pembayaran yang praktis dan efisien. Selain itu, pertumbuhan ini juga menandakan keberhasilan upaya perluasan ekosistem digital yang dilakukan oleh berbagai pihak di sektor pariwisata dan ekonomi. Simak selengkapnya hanya di Bali Indonesia.
Lonjakan Transaksi QRIS Lintas Negara Di Bali
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat pertumbuhan signifikan dalam transaksi digital lintas negara menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Sepanjang 2025, nilai transaksi QRIS lintas negara di Bali mencapai Rp36 miliar, meningkat tajam hingga 229 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp10,9 miliar. Lonjakan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi sistem pembayaran digital di sektor pariwisata dan perdagangan.
Tidak hanya dari sisi nilai, volume transaksi juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tercatat sebanyak 148.717 transaksi lintas negara dilakukan menggunakan QRIS selama 2025, atau tumbuh sekitar 224 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap sistem pembayaran digital Indonesia.
Pertumbuhan pesat ini menjadi indikator penting bahwa Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mulai berkembang sebagai pusat ekosistem ekonomi digital. Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai program perluasan akseptasi digital yang terus didorong oleh Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Wisatawan Asing Dorong Penggunaan QRIS
Bank Indonesia mencatat bahwa wisatawan asal Malaysia menjadi pengguna terbanyak dalam transaksi QRIS lintas negara di Bali. Hal ini sejalan dengan kerja sama sistem pembayaran antarnegara yang telah terjalin, sehingga memudahkan wisatawan untuk bertransaksi tanpa perlu menukar mata uang secara fisik.
Selain Malaysia, penggunaan QRIS lintas negara juga telah menjangkau wisatawan dari Singapura, Thailand, Jepang, dan kini mulai menyasar Korea Selatan. Kehadiran sistem pembayaran ini memberikan kemudahan sekaligus kenyamanan bagi wisatawan dalam melakukan transaksi sehari-hari selama berada di Bali.
Dengan semakin luasnya jangkauan negara pengguna QRIS, potensi pertumbuhan transaksi lintas negara diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih praktis dan efisien.
Baca Juga:Â Geger! Uang Rp50 Juta Raib di Bali, Sosok Diduga Pelaku Viral, Polisi Akhirnya Klarifikas
Peran Pelaku Usaha Dalam Ekosistem Digital
Hingga Februari 2026, jumlah pelaku usaha di Bali yang telah menggunakan QRIS mencapai sekitar 1,1 juta gerai. Sementara itu, jumlah pengguna atau konsumen yang memanfaatkan sistem ini tercatat mencapai 1,15 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di Bali.
Sebagian besar pengguna QRIS berasal dari kalangan usaha mikro, yang mencapai sekitar 58,76 persen. Sisanya terdiri dari usaha kecil sebesar 30,35 persen, usaha menengah 7,54 persen, dan usaha besar sekitar 2,95 persen. Data ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran telah menjangkau berbagai lapisan pelaku usaha, terutama sektor UMKM.
Kota Denpasar menjadi wilayah dengan jumlah pengguna QRIS terbanyak, diikuti oleh Kabupaten Badung dan Gianyar. Dominasi wilayah ini tidak terlepas dari tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata yang menjadi penggerak utama penggunaan sistem pembayaran digital di Bali.
Prospek Fan Tantangan Digitalisasi Pembayaran
Keberhasilan implementasi QRIS lintas negara di Bali menjadi langkah maju dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan. Sistem ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam sistem pembayaran.
Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan pemerataan penggunaan QRIS di seluruh wilayah Bali. Beberapa daerah masih mencatat tingkat adopsi yang relatif rendah dibandingkan pusat-pusat ekonomi seperti Denpasar dan Badung.
Ke depan, Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan diharapkan terus mendorong edukasi dan perluasan infrastruktur digital. Dengan demikian, manfaat dari sistem pembayaran QRIS dapat dirasakan secara merata, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat ekonomi digital berbasis pariwisata di Indonesia.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari OkeZone News