Presiden minta Bali tetap bersih, ribuan personel dikerahkan bersihkan sampah kiriman di Kuta dan Kedonganan, antisipasi pencemaran.
Presiden menginstruksikan pembersihan besar-besaran di Bali untuk menjaga kebersihan dan keindahan pulau. Ribuan personel dikerahkan di Kuta dan Kedonganan guna menanggulangi sampah kiriman yang mengganggu lingkungan dan pariwisata.
Upaya ini diharapkan menjaga wajah Bali Indonesia tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.
Ribuan Personel Bersihkan Sampah Kiriman Di Pantai Bali
Pesisir Pantai Kuta dan Kedonganan tampak berbeda pada Selasa pagi (3/2/2026). Biasanya dipenuhi wisatawan, pagi itu ribuan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pelajar memenuhi garis pantai untuk membersihkan sampah kiriman.
Aksi pembersihan bertajuk Karya Bakti Terpadu Pembersihan Sampah Laut ini dipimpin langsung oleh Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Pantai Kedonganan, sementara Irdam IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo W.G., memimpin sektor Pantai Kuta.
Sejak Desember 2025, Bali menghadapi tantangan serius akibat sampah yang terbawa arus laut, termasuk plastik dan ranting pohon. Upaya ini menjadi respons langsung terhadap arahan Presiden untuk menjaga kebersihan dan citra pariwisata Bali.
Tujuan Dan Makna Kegiatan
Brigjen TNI Taufiq Hanafi menegaskan bahwa kebersihan pantai merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat, terlebih Bali adalah destinasi wisata internasional.
Pagi ini kami hadir untuk menunjukkan komitmen bersama menjaga lingkungan dan keindahan Bali. Kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita semua, ujarnya di hadapan 1.700 personel di Pantai Kedonganan.
Aksi ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah nyata menjaga ekosistem laut dan citra Bali. Presiden RI memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah di pantai sebagai bagian dari strategi menjaga pariwisata dan lingkungan.
Baca Juga:Â Detik-Detik Bocah SD Hilang Setelah Diserang Buaya Di Sumba Barat Daya
Kekuatan Personel Dan Alat Berat
Sebanyak 2.600 personel gabungan dikerahkan dalam aksi serentak di dua titik ini. Sektor Kedonganan/Kelan diisi 1.700 personel dari Kodam IX/Udayana, Rindam, Bekangdam, Pomdam, Polda Bali, dan DLHK Badung.
Sektor Pantai Kuta melibatkan 900 personel, termasuk Korem 163/WSA, Kodim, TNI AL, TNI AU, serta pelajar SD dan SMP. Dukungan alat berat pun hadir untuk mempercepat evakuasi sampah.
Tiga unit loader, satu unit ekskavator, dan 25 unit truk dari DLHK Kabupaten Badung membantu mengangkut tonase sampah ke titik pengumpulan, memastikan pantai cepat kembali bersih dan aman bagi wisatawan.
Dampak Dan Hasil Pembersihan
Kegiatan pembersihan berhasil menyingkirkan tumpukan sampah plastik, ranting, dan material lain yang terbawa arus laut. Pantai Kuta dan Kedonganan kini tampak lebih bersih dan nyaman bagi wisatawan yang mulai berdatangan.
Selain menjaga estetika, kegiatan ini juga berfungsi melindungi ekosistem laut. Sampah plastik yang mengapung dapat membahayakan biota laut dan mengganggu keseimbangan lingkungan pesisir.
Brigjen TNI Taufiq Hanafi menyebut kegiatan ini akan menjadi agenda rutin, sehingga kebersihan pantai tetap terjaga secara periodik. Langkah ini penting agar Bali selalu siap menyambut wisatawan.
Harapan Dan Komitmen Ke Depan
Kegiatan Karya Bakti Terpadu ini menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat dan aparat terhadap pelestarian lingkungan. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut.
Kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat dan pelaku pariwisata. Kesadaran kolektif menjadi kunci menjaga keindahan Bali sebagai ikon wisata nasional dan internasional.
Dengan program rutin dan dukungan berkelanjutan, diharapkan Bali mampu mempertahankan wajahnya yang bersih, indah, dan ramah lingkungan, sehingga pariwisata tetap berkembang dan ekosistem pesisir tetap terlindungi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bali.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com