21 anak berkewarganegaraan ganda resmi menjadi WNI usai mengambil sumpah di Kantor Wilayah Kemenkumham Bali.
Momen ini meneguhkan identitas kebangsaan anak-anak yang sebelumnya memiliki status ganda, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap asas kewarganegaraan tunggal. Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pejabat serta keluarga anak-anak yang mendampingi proses ini. Jangan lewatkan rangkaian informasi menarik dan terpercaya seputar Bali Indonesia.
Pengambilan Sumpah Kewarganegaraan
Proses pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, di Ruang Darmawangsa. Acara turut dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum I Wayan Redana, pejabat administrator Kanwil Kemenkum Bali, serta saksi dari kantor desa dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Semua peserta mengikuti prosesi dengan tertib, menandai momen penting dalam perjalanan hukum mereka.
Pengambilan sumpah ini menandai tahap akhir dalam penentuan kewarganegaraan bagi anak berkewarganegaraan ganda terbatas yang telah memenuhi persyaratan usia. Kewarganegaraan ganda terbatas diberikan sampai anak berusia 18 tahun, setelah itu mereka harus memilih satu kewarganegaraan paling lambat pada usia 21 tahun. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Selain formalitas hukum, acara ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Eem Nurmanah menekankan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar dokumen administratif, tetapi simbol komitmen anak-anak terhadap identitas nasional dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Peran Orang Tua Dan Keluarga
Kehadiran orang tua dan keluarga memberikan dukungan moral yang signifikan bagi 21 WNI baru. Keluarga turut memastikan proses pengambilan sumpah berjalan lancar dan memberikan arahan agar anak-anak memahami tanggung jawab baru mereka. Dukungan ini membantu anak-anak merasa dihargai dan percaya diri menjalani prosesi penting tersebut.
Eem Nurmanah menekankan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan rasa nasionalisme. Keluarga bertugas membimbing anak-anak dalam memahami nilai kemanusiaan, menghormati hukum, serta menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan yang berkelanjutan.
Selain itu, keluarga juga diingatkan untuk segera mengurus pengembalian dokumen kewarganegaraan asing anak-anak. Dokumen ini harus diserahkan paling lambat 14 hari setelah pengambilan sumpah, sebagai bagian dari administrasi resmi untuk memastikan kepastian hukum atas status WNI baru tersebut.
Baca Juga:Â Polda Bali Tindak Tegas, Namun Apakah Musnahkan Rp 23,4 Miliar Narkoba Cukup?
Komitmen Pemerintah
Melalui acara ini, Kanwil Kemenkum Bali menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kewarganegaraan yang profesional dan akuntabel. Proses yang transparan dan tertib mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga kepastian hukum serta memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antar-institusi, mulai dari kantor desa hingga Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, yang memastikan prosedur kewarganegaraan dilaksanakan secara tepat. Kolaborasi tersebut menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.
Lebih jauh, acara ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memahami aturan kewarganegaraan. Penjelasan mengenai kewajiban memilih satu kewarganegaraan pada usia 21 tahun memberikan pemahaman yang jelas kepada anak-anak dan keluarga mereka.
Nilai Kebangsaan Dan Identitas
Eem Nurmanah dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi WNI berarti memiliki tanggung jawab besar. Anak-anak diharapkan menanamkan rasa nasionalisme, menghormati hukum, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Identitas ini menjadi fondasi dalam membangun karakter generasi muda Indonesia yang berintegritas.
Pengambilan sumpah juga menjadi pengingat bahwa kewarganegaraan bukan sekadar status administratif, tetapi simbol keterikatan emosional dan hukum kepada negara. Anak-anak WNI baru harus mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan, perilaku sosial, dan interaksi dengan masyarakat luas.
Selain itu, prosesi ini menguatkan posisi Indonesia dalam menjaga asas kewarganegaraan tunggal. Memberikan ruang bagi anak-anak untuk menentukan pilihan kewarganegaraan mereka membantu negara tetap konsisten dalam prinsip hukum dan kebijakan nasional, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang hak dan kewajiban mereka.
Harapan Untuk Generasi Muda
Dengan resmi menjadi WNI, anak-anak diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Penguatan identitas kebangsaan sejak dini membantu membangun rasa cinta tanah air dan kesadaran hukum yang kuat. Pemerintah menekankan bahwa hal ini adalah investasi penting bagi masa depan bangsa.
Acara ini juga memberikan contoh bagi keluarga dan masyarakat luas tentang pentingnya dukungan terhadap proses pendidikan kewarganegaraan. Peran orang tua dan pendamping menjadi faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan moral yang baik.
Ke depannya, Kanwil Kemenkum Bali akan terus memastikan pelayanan kewarganegaraan berjalan profesional dan responsif. Semua proses dilakukan dengan tujuan membangun generasi muda Indonesia yang bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai hak-hak serta kewajiban sebagai warga negara.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com