Banjir bandang menerjang Buleleng secara tiba-tiba, benarkah ada korban jiwa dan ibu serta dua anak dilaporkan hilang?
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng tiba-tiba berubah menjadi bencana banjir bandang yang mengejutkan warga. Arus air yang datang dengan cepat dilaporkan menyeret beberapa orang hingga menimbulkan korban jiwa dan warga hilang.
Apa sebenarnya yang terjadi di balik peristiwa ini? Berikut hanya simak di Bali Indonesia kronologi lengkap serta perkembangan pencarian para korban.
Banjir Bandang Terjang Buleleng, Korban Jiwa Mulai Terungkap?
Banjir bandang menerjang wilayah Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa serta sejumlah warga dilaporkan hilang terseret arus.
Bencana alam tersebut mengejutkan masyarakat setempat karena terjadi secara tiba‑tiba pada Jumat (6/3/2026) malam dan menghanyutkan beberapa warga yang berada di sekitar aliran sungai. Tim penyelamat langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Banjir Bandang Terjadi Setelah Hujan Deras
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng selama beberapa jam. Debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan membawa material lumpur serta kayu ke permukiman warga.
Arus air yang sangat deras membuat sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan diri. Beberapa rumah yang berada di dekat aliran sungai juga terdampak akibat terjangan air yang datang secara tiba‑tiba.
Peristiwa ini membuat warga sekitar panik karena banjir datang dengan cepat. Banyak warga berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari derasnya arus air yang membawa berbagai material dari hulu sungai.
Baca Juga:Â Insiden Mencekam di Bali, Bule Amerika Mabuk Kedapatan Bawa Senjata Tajam
Satu Warga Tewas Terseret Arus
Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret banjir bandang. Korban ditemukan oleh tim pencari setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Selain korban meninggal, sejumlah warga juga sempat mengalami luka ringan akibat terbawa arus maupun terkena material yang terbawa banjir. Petugas gabungan segera melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya banjir bandang yang sering terjadi saat intensitas hujan tinggi. Kondisi geografis wilayah yang memiliki aliran sungai dan perbukitan membuat risiko banjir bandang semakin besar.
Ibu Dan Dua Anak Dilaporkan Hilang
Selain korban meninggal, tiga orang warga lainnya dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir bandang. Mereka terdiri dari seorang ibu dan dua anak yang diduga terbawa arus ketika banjir terjadi.
Ketiganya dilaporkan berada di sekitar rumah saat banjir datang secara mendadak. Derasnya arus air membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri sebelum akhirnya hilang terbawa aliran banjir.
Hingga saat ini, tim SAR bersama aparat setempat terus melakukan pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir sungai serta area di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan para korban yang masih hilang.
Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, aparat kepolisian, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian korban. Operasi pencarian dilakukan sejak banjir surut dengan fokus di sepanjang aliran sungai.
Petugas menggunakan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran manual hingga penggunaan peralatan khusus untuk memastikan korban dapat segera ditemukan. Proses pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan tim di lapangan.
Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi di wilayah Bali utara dinilai masih berpotensi memicu banjir bandang maupun tanah longsor.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari baliexpress.jawapos.com