DPD RI minta Kemenhut kirim 10.000 bibit pohon ke Bali untuk mitigasi bencana dan memperkuat ketahanan lingkungan di Pulau Dewata.
Untuk menghadapi risiko bencana alam yang kerap melanda Bali Indonesia, DPD RI mendorong langkah nyata melalui penghijauan. Rencana pengiriman 10.000 bibit pohon oleh Kementerian Kehutanan diharapkan mampu memperkuat ekosistem.
Menahan erosi, dan memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan legislatif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memitigasi dampak bencana.
DPD RI Dorong Penanaman 10.000 Bibit Pohon di Bali
Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong langkah konkret untuk memperkuat mitigasi bencana di Pulau Bali. Dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar di Kantor DPD RI, Denpasar, Sabtu (17/1/2026), anggota Komite II, Ni Luh Djelantik, menyampaikan permintaan agar Kementerian Kehutanan mengirimkan 10.000 bibit pohon ke Bali.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem, menahan erosi, serta meningkatkan kapasitas tanah untuk menyerap air. Ni Luh menjelaskan, pengajuan bibit pohon ini akan dimulai dari jumlah awal sebanyak 10.000 batang.
Jenis pohon yang akan ditanam diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah di Bali, dengan prioritas tanaman yang mampu mengikat air dan mendukung ketahanan lingkungan. Yang penting, jenis pohon apa pun yang tersedia dalam daftar permintaan pemerintah daerah bisa langsung dimanfaatkan, ujar Ni Luh Djelantik.
Dampak Alih Fungsi Hutan Terhadap Sumber Air
Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Br Sitepu, menyoroti bahwa banyak kawasan hutan di Bali kini beralih fungsi menjadi lahan perkebunan buah, seperti durian dan pisang cavendish. Peralihan ini berdampak pada menurunnya kapasitas tanah untuk menyerap air, sehingga risiko banjir meningkat.
Badikenita menekankan bahwa penanaman pohon di kawasan hutan sangat penting untuk menjaga cadangan air bersih di bawah tanah. Dan meminimalkan rongga-rongga kosong yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Selain itu, Badikenita menekankan perlunya edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait pentingnya konservasi hutan dan mitigasi bencana. Penanaman pohon tidak hanya soal jumlah, tetapi juga tentang pemahaman warga akan fungsi ekosistem dan bagaimana cara meminimalkan risiko bencana melalui pelestarian lingkungan.
Baca Juga:Â Badung Naikkan Tarif Wisata 2026, Liburan Jadi Lebih Mahal!
Sinergi Antara Pemerintah Dan Masyarakat
Rapat koordinasi yang dihadiri Pemprov Bali dan seluruh Pemkab/Pemkot se-Bali ini menekankan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. DPD RI mendorong pemerintah daerah memilih jenis pohon yang tepat dan melakukan penanaman secara masif di kawasan hutan yang rawan bencana.
Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan alam Bali, sekaligus memberikan manfaat ekologis jangka panjang. Termasuk menahan erosi, mengurangi risiko longsor, dan menjaga kualitas sumber air.
Badikenita juga menegaskan bahwa penanaman pohon harus diikuti dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah diminta melaporkan progres penanaman dan hasil mitigasi bencana secara berkala kepada kementerian terkait agar pengelolaan lingkungan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Agenda Tahun 2026 Untuk Mitigasi Bencana
DPD RI berencana menyampaikan hasil rapat koordinasi kepada kementerian terkait untuk mendapatkan tindak lanjut yang konkret. Termasuk alokasi anggaran untuk program mitigasi bencana dan penghijauan hutan.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Bali, mengingat sebagian besar pendapatan daerah berasal dari sektor pariwisata yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan ekosistem yang sehat. Dengan dukungan Kemenhut dan pemerintah daerah, pengiriman 10.000 bibit pohon diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun Bali yang lebih hijau dan tahan bencana.
Senator Badikenita menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya soal penanaman pohon, tetapi juga penguatan kesadaran masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Bali harus tetap lestari dan aman dari bencana, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati lingkungan yang sehat, tutupnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari bitvonline.com