Gubernur Koster ingatkan perusahaan perekrut PMI agar jujur, warga Bali diminta waspada praktik penipuan yang merugikan masyarakat.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan pentingnya transparansi dalam perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Warga diminta lebih berhati-hati terhadap praktik penipuan yang bisa merugikan. Peringatan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya laporan ketidakjujuran perusahaan perekrut, sekaligus upaya pemerintah melindungi masyarakat Bali dari risiko kehilangan hak dan kerugian finansial. Kesadaran dan kewaspadaan warga Bali Indonesia menjadi kunci utama untuk mencegah penipuan.
Koster Tegaskan Larangan Penipuan Perekrutan PMI
Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengingatkan perusahaan perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak membohongi warga Bali dalam proses perekrutan. Ia menegaskan tindakan tegas akan diberlakukan terhadap perusahaan yang melakukan praktik penipuan yang merugikan masyarakat setempat.
Peringatan ini disampaikan Koster saat rapat paripurna ke-28 DPRD Provinsi Bali yang berlangsung pada Rabu pagi. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga integritas dalam praktik perekrutan tenaga kerja ke luar negeri.
Koster menjelaskan pentingnya perlindungan bagi warga Bali yang hendak bekerja di luar negeri melalui jalur resmi. Ia menekankan bahwa perusahaan yang tidak jujur tidak akan diberi toleransi. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya laporan masalah penipuan biro PMI di sejumlah daerah, di mana calon tenaga kerja dirugikan oleh praktik yang tidak transparan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Upaya Peningkatan Kualitas PMI Asal Bali
Selain mengingatkan soal larangan penipuan, Koster juga menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk meningkatkan akses dan kualitas PMI asal Bali. Ia menyebut krama Bali memiliki kompetensi baik dan banyak diminati di luar negeri.
Menurut Koster, para PMI asal Bali dikenal disiplin, terampil, dan berkualitas saat bekerja di negara seperti Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Hal ini tercapai berkat persiapan dan pengawasan yang baik sebelum keberangkatan.
Peningkatan kualitas ini dianggap penting dalam memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di pasar global. Ia mendorong sinergi antara pemerintah dan perusahaan perekrut untuk mewujudkannya. Upaya tersebut juga sejalan dengan kebutuhan untuk memastikan PMI mendapat perlindungan hukum serta pengalaman kerja yang adil. Hal ini menjadi dasar peringatan tegas Koster kepada perekrut.
Baca Juga:Â Bali Semakin Kriminal! WN Belanda Ditemukan Tewas Di Vila, Polisi Selidiki
Pernyataan Koster Di Rapat Paripurna DPRD Bali
Peringatan Koster disampaikan dalam pidatonya di depan anggota DPRD Bali ketika merayakan satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menggunakan kesempatan itu untuk menggarisbawahi pentingnya kejujuran dalam perekrutan PMI. Ia menekankan agar perusahaan tidak memberikan informasi palsu atau janji yang menyesatkan kepada calon pekerja dan keluarga mereka.
Koster juga menyinggung tantangan yang dihadapi tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang seringkali terkait eksploitasi dan penipuan perekrut ilegal. Hal ini mendorong pemerintah regional lebih waspada. Gubernur Bali menyerukan langkah koordinatif antara instansi terkait untuk mencegah praktik penipuan dan eksploitasi PMI, termasuk pengawasan terhadap perusahaan perekrut.
Ancaman Tindakan Tegas Terhadap Perekrut Nakal
Koster menekankan bahwa perusahaan yang terbukti melakukan penipuan akan menghadapi sanksi tegas dari pemerintah. Ia menyatakan ketidakadilan terhadap pekerja tidak dapat ditoleransi. Ancaman tindakan ini meliputi pembekuan izin hingga penanganan hukum bagi perekrut yang melanggar aturan. Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen melindungi warga dari praktik merugikan tersebut.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dan memastikan perusahaan perekrut memiliki izin resmi dari instansi terkait sebelum resmi menjadi PMI. Imbauan ini sekaligus menjadi peringatan bagi calon tenaga kerja serta keluarga mereka agar berhati-hati terhadap janji palsu dari agen perekrut.
Harapan Dan Perlindungan Bagi PMI Bali
Koster berharap langkah ini akan membantu meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan PMI asal Bali, sekaligus menjaga reputasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Pemerintah Bali juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan kementerian serta lembaga nasional untuk memberi pemahaman terkait hak dan kewajiban PMI.
Upaya perlindungan ini diharapkan memberi dorongan bagi warga lokal untuk mendapatkan pengalaman kerja yang aman, adil, serta sesuai aturan. Dengan meningkatnya keamanan dan ketentuan perekrutan yang jelas, PMI Bali dapat bekerja tanpa kekhawatiran akan eksploitasi atau penipuan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.google.com