Suasana hangat penuh toleransi terasa di Karangasem saat pelaksanaan Salat Id berlangsung dengan pengamanan dari pecalang adat Bali.
Kehadiran pecalang di tengah jalannya ibadah tidak hanya memberikan rasa aman bagi para jamaah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama di Bali. Di tengah keramaian ribuan jamaah yang datang sejak pagi, suasana tetap tertib, khidmat, dan penuh rasa saling menghormati, mencerminkan harmoni sosial yang telah lama terjaga di daerah tersebut. Berikut detail upaya yang dilakukan. Jangan lewatkan rangkaian informasi menarik dan terpercaya seputar Bali Indonesia.
Pecalang Turut Mengamankan Salat
Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Tanah Aron, Karangasem, Bali, berlangsung dengan aman dan tertib berkat keterlibatan pecalang adat Bali dalam proses pengamanan. Sejak pagi hari, ribuan umat Islam dari berbagai wilayah mulai berdatangan untuk mengikuti ibadah salat Id yang digelar secara terbuka di lapangan tersebut.
Sejumlah pecalang terlihat berjaga di sekitar area pelaksanaan. Mereka membantu mengatur arus lalu lintas. Mereka juga memastikan jamaah bisa menyeberang jalan dengan aman. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang datang. Hal ini juga menunjukkan sinergi antara masyarakat adat dan umat Islam dalam menjaga ketertiban acara keagamaan.
Tidak hanya menjaga keamanan, pecalang juga membantu memberikan arahan kepada jamaah yang baru tiba agar dapat menemukan lokasi shaf dengan lebih tertib. Hal ini membuat suasana pelaksanaan Salat Id berjalan lebih teratur meskipun jumlah jamaah cukup padat sejak pagi hari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Wujud Toleransi Yang Sudah Terjaga Lama
Keterlibatan pecalang dalam pengamanan Salat Id bukanlah hal baru di Karangasem. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama sebagai bentuk nyata dari toleransi antarumat beragama yang hidup berdampingan di Bali. Pecalang tidak hanya bertugas saat upacara adat Hindu, tetapi juga turut serta dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan lainnya.
Ketua Pecalang Desa Adat Karangasem, I Gede Putu Budiasa, menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keharmonisan sosial di masyarakat. Menurutnya, pengamanan lintas kegiatan keagamaan sudah menjadi kebiasaan yang terus dijaga sebagai bentuk solidaritas antarwarga.
Budiasa juga menegaskan bahwa nilai kebersamaan ini telah diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat Karangasem telah terbiasa hidup dalam keberagaman sehingga kegiatan keagamaan apa pun selalu mendapat dukungan bersama demi terciptanya suasana yang damai.
Baca Juga:Â Tragedi Brutal Di Buleleng! Pesta Miras Saat Nyepi Berakhir Dengan Tebasan Pedang
Suasana Salat Id Berjalan Aman
Sejak pukul 06.30 Wita, Lapangan Tanah Aron sudah mulai dipadati oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah di Karangasem dan sekitarnya. Mereka hadir dengan penuh antusias untuk melaksanakan Salat Id bersama-sama dalam suasana yang khusyuk dan tertib.
Meski jumlah jamaah cukup banyak, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara panitia pelaksana, aparat keamanan, serta pecalang yang berjaga di sekitar lokasi. Semua pihak bekerja sama memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif.
Suasana khidmat terasa sejak awal pelaksanaan salat hingga selesai. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, sementara petugas di lapangan terus mengawasi situasi untuk memastikan tidak terjadi kemacetan atau gangguan selama kegiatan berlangsung.
Harmoni Dan Toleransi
Pelaksanaan Salat Id di Karangasem menjadi salah satu contoh nyata bagaimana nilai toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran pecalang dalam pengamanan kegiatan umat Islam menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain.
Kondisi ini memperkuat citra Bali sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama. Tidak hanya dalam kegiatan besar, nilai-nilai toleransi ini juga terlihat dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari yang saling menghormati.
Dengan adanya kerja sama seperti ini, masyarakat berharap keharmonisan yang sudah terbangun dapat terus terjaga di masa mendatang. Salat Id di Karangasem pun tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com