Serangan AS-Israel ke Iran membuat penutupan ruang udara, menyebabkan 4–5 penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai tertunda atau batal.
Ketegangan terbaru di Timur Tengah akibat serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sudah berdampak hingga ke Indonesia. Akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara, sejumlah penerbangan internasional dari Bandara Ngurah Rai, Bali mengalami penundaan dan pembatalan, meninggalkan ribuan penumpang menunggu kepastian jadwal.
Situasi ini mengganggu rencana perjalanan banyak wisatawan dan pebisnis yang hendak menuju rute Timur Tengah. Lalu apa saja penerbangan yang terdampak dan bagaimana respon maskapai serta otoritas bandara? Simak ulasan lengkapnya di Bali Indonesia.
Dampak Konflik Timur Tengah Ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional di Bali. Penutupan ruang udara di sejumlah negara membuat jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai mengalami gangguan.
Situasi ini terjadi setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dampaknya merambat hingga ke jalur penerbangan yang melintasi kawasan terdampak konflik.
Meski lokasi kejadian berada ribuan kilometer dari Indonesia, efek domino terhadap rute internasional tidak dapat dihindari. Maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah terpaksa melakukan penyesuaian demi keselamatan operasional.
Lima Penerbangan Terdampak Dan 1.631 Penumpang
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan bahwa lima penerbangan menuju Qatar dan Uni Emirat Arab terdampak. Data tersebut dihimpun per pukul 11.00 Wita pada Minggu (1/3/2026).
Total calon penumpang dari penerbangan yang mengalami perubahan jadwal mencapai 1.631 orang. Angka ini mencerminkan besarnya dampak konflik global terhadap mobilitas masyarakat internasional.
Sebagian penerbangan mengalami penundaan, sementara lainnya dibatalkan. Kebijakan tersebut diambil maskapai setelah mempertimbangkan aspek keamanan dan penutupan ruang udara di beberapa negara.
Baca Juga: Terungkap! Mutilasi di Bali Disertai Tebusan Rp165 Miliar, Fakta Mengejutkan Mulai Terbuka
Rincian Maskapai Dan Rute Yang Terganggu
Penerbangan Etihad Airways EY477 rute Denpasar–Abu Dhabi yang dijadwalkan berangkat pada 28 Februari pukul 18.45 Wita mengalami penundaan. Maskapai ini menyesuaikan jadwal sesuai kondisi ruang udara terkini.
Sementara itu, Emirates membatalkan dua penerbangan yakni EK369 dan EK399 menuju Dubai. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap situasi keamanan penerbangan.
Maskapai Qatar Airways juga membatalkan dua penerbangan, QR963 dan QR961, dengan rute Denpasar–Doha. Pembatalan tersebut mengikuti dinamika penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah.
Penanganan Penumpang Dan Operasional Bandara
Eka Sandi memastikan seluruh penumpang yang terdampak telah ditangani sesuai kebijakan masing-masing maskapai. Maskapai memberikan opsi penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai ketentuan.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai. Komunikasi aktif dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait jadwal penerbangan.
Secara umum, operasional di Bandara Ngurah Rai tetap berjalan normal. Aktivitas domestik dan penerbangan internasional lainnya tidak mengalami gangguan signifikan.
Koordinasi Keamanan Dan Dampak Geopolitik
Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia guna memantau perkembangan ruang udara yang terdampak konflik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan di area bandara. Stabilitas operasional menjadi perhatian penting di tengah situasi global yang belum menentu.
Diketahui, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran terjadi pada Sabtu (28/2), dan Iran merespons dengan peluncuran rudal ke sejumlah negara yang menampung pasukan AS. Eskalasi tersebut berdampak pada penutupan ruang udara regional, sehingga memicu gangguan penerbangan hingga ke Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari travel.kompas.com