Isak tangis keluarga menyambut kepulangan jasad mahasiswa magang yang tewas di Malaysia, Duka mendalam menyelimuti momen haru ini.
Kedatangan jasad seorang mahasiswa magang yang meninggal di Malaysia menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Di bandara, tangisan dan isak tangis pecah, menunjukkan rasa kehilangan yang tak tergantikan.
Peristiwa tragis ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan dan keselamatan mahasiswa yang sedang menempuh magang di luar negeri. Harapan Bali Indonesia kini tertuju pada proses hukum dan penanganan kasus untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Kedatangan Jenazah Mahasiswa Magang Di Banjar Kaleran Kauh
Jenazah I Made Berta Mahendra (22), mahasiswa magang yang meninggal di Malaysia, akhirnya tiba di kampung halamannya di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Kedatangan ini disambut isak tangis keluarga, Kamis (29/1/2026) malam.
Proses pemulangan berjalan lancar dan aman, dengan tim Disnakerperin Jembrana memastikan semua administrasi dan koordinasi berjalan tanpa hambatan. Suasana rumah duka dipenuhi rasa haru dari seluruh anggota keluarga.
Almarhum diterima dengan penuh kesedihan karena merupakan anak laki-laki tunggal keluarga. Setiap langkah menuju rumah duka diselimuti doa dan isak tangis orang tua serta kerabat yang menanti sejak kedatangan di terminal bandara.
Proses Penyerahan Jenazah Di Bandara Ngurah Rai
Jenazah tiba di Terminal Cargo Bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 19.28 Wita. Tim BP3MI Bali bersama Disnakerperin Jembrana langsung melakukan pengecekan dokumen dan pencabutan berkas administratif.
Serah terima jenazah dari BP3MI kepada keluarga resmi dilakukan pukul 19.40 Wita. Setelah itu, mobil jenazah dikawal menuju Jembrana dengan pengawasan penuh agar proses berjalan tertib dan aman.
Suasana haru semakin terasa saat keluarga menyaksikan langsung proses serah terima. Air mata pecah ketika jenazah dipindahkan ke mobil jenazah, menandai kepulangan putra satu-satunya keluarga tersebut.
Baca Juga: Digerebek Polisi, JL Pasrah Mengaku Beli Narkoba Untuk Dikonsumsi dan Dijual
Suasana Haru Di Rumah Duka
Setibanya di rumah duka, I Ketut Budiarta (61) dan Ni Luh Martini (56) menyambut jenazah anaknya dengan isak tangis mendalam. Kedatangan almarhum menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan kerabat yang hadir.
Keluarga menegaskan bahwa Made Berta merupakan putra laki-laki satu-satunya, sehingga kepergiannya meninggalkan luka yang besar. Tetangga dan warga sekitar turut hadir memberikan dukungan moral kepada orang tua almarhum.
Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka, sementara keluarga mempersiapkan prosesi pengabenan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026. Doa dan penghormatan terus mengiringi momen haru tersebut.
Harapan Dan Proses Hukum Pascakejadian
Disnakerperin Jembrana berharap hasil pemeriksaan resmi terkait penyebab kematian almarhum segera keluar. Hal ini penting agar keluarga mendapatkan kepastian sekaligus menutup proses administrasi dan hukum terkait kasus mahasiswa magang yang meninggal di luar negeri.
Selain itu, pihak terkait terus memberikan pendampingan kepada keluarga untuk menghadapi duka yang mendalam. Langkah ini termasuk koordinasi dengan lembaga perlindungan pekerja migran dan pihak berwenang di Malaysia.
Masyarakat diharapkan dapat menyalurkan empati dan dukungan bagi keluarga, sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan pembekalan bagi mahasiswa magang yang bekerja di luar negeri agar keselamatan mereka lebih terjamin.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari nusabali.com