Lonjakan okupansi hotel Denpasar saat Nataru ternyata dipicu wisatawan domestik dengan preferensi unik, bukan pengunjung internasional biasa.
Denpasar, pusat pariwisata Bali, kembali bergeliat saat libur Natal dan Tahun Baru. Okupansi hotel yang sempat lesu di awal Desember kini meningkat, memunculkan optimisme pelaku industri. Namun, siapa pahlawan di balik kebangkitan ini dan mengapa hotel non-bintang paling diuntungkan?
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Geliat Okupansi Hotel Denpasar di Penghujung Tahun
Dinas Pariwisata Kota Denpasar mencatat adanya peningkatan signifikan pada tingkat hunian kamar hotel di bulan Desember. Setelah sempat menurun pada November yang mencapai 54,52%, rata-rata okupansi Desember stabil di 52,5%. Namun, puncaknya terjadi saat Libur Nataru, di mana angka tersebut melonjak hingga 60,5%.
Kepala Dispar Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengungkapkan bahwa kenaikan rata-rata okupansi ini mencapai sekitar 8% dibandingkan periode sebelum Natal. Sebelum Natal, hotel bintang berada di angka 65% dan non-bintang di 40%. Ini menunjukkan adanya daya tarik khusus selama momen perayaan akhir tahun.
Pasca-Natal menuju Tahun Baru, tren positif berlanjut. Hotel bintang mengalami kenaikan tipis menjadi 68%, sementara hotel non-bintang mencatat kenaikan yang lebih substansial, mencapai 53%. Angka-angka ini menjadi indikator pemulihan sektor perhotelan di Denpasar.
Wisatawan Domestik, Penopang Utama Lonjakan Okupansi
Fakta menarik terungkap bahwa kenaikan okupansi ini didominasi oleh wisatawan domestik. Menurut Riyastiti, pola pemesanan dan preferensi wisatawan domestik memiliki peran besar dalam fenomena ini. Mereka cenderung lebih fleksibel dalam perjalanan dan banyak menggunakan jalur darat.
Wisatawan domestik juga menunjukkan preferensi yang kuat terhadap akomodasi non-bintang. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan harga yang lebih terjangkau, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar selama berlibur. Ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku konsumen di masa liburan.
Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pola booking hotel. Hotel berbintang cenderung dipesan jauh hari sebelumnya, bahkan hingga akhir Desember 2025. Sementara itu, wisatawan domestik yang lebih fleksibel, seringkali mencari opsi akomodasi yang tersedia dan terjangkau di menit-menit terakhir.
Baca Juga: Arus Nataru Memuncak, Puluhan Ribu Kendaraan Masuki Bali
Hotel Non-Bintang Unggul, Strategi Harga Dan Fleksibilitas
Peningkatan okupansi yang lebih signifikan pada hotel non-bintang menjadi sorotan. Riyastiti menjelaskan bahwa hal ini sangat dipengaruhi oleh preferensi harga dan persaingan tarif yang ketat. Hotel non-bintang menawarkan pilihan yang lebih ekonomis, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik.
Aspek ekonomis menjadi pertimbangan utama, terutama pada momen pasca-Natal. Wisatawan domestik mencari nilai terbaik untuk uang mereka, dan hotel non-bintang berhasil memenuhi ekspektasi ini dengan penawaran yang kompetitif. Ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap kebutuhan konsumen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, juga membenarkan tren ini. Ia menyebutkan bahwa kenaikan okupansi setelah Natal bisa mencapai 70% untuk hotel non-bintang, meskipun di awal Desember angka rata-ratanya masih sekitar 50%.
Perbandingan Dengan Tahun Sebelumnya Dan Optimisme Industri
Meskipun ada kenaikan, Gusde (sapaan akrab Ida Bagus Gede Sidharta Putra) mengakui bahwa lonjakan tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya. Ia mencatat bahwa tahun lalu terjadi “booming” perjalanan pasca-COVID, di mana banyak orang berbondong-bondong datang ke Bali.
Namun demikian, adanya peningkatan setelah tanggal 25 Desember tetap memberikan secercah harapan bagi industri perhotelan di Denpasar. Tren positif ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali masih memiliki daya tarik kuat, meskipun menghadapi tantangan dan perubahan perilaku wisatawan.
Optimisme tetap menyelimuti pelaku usaha pariwisata. Mereka berharap tren positif ini dapat berlanjut dan bahkan meningkat di masa mendatang, didukung oleh strategi yang adaptif dan pemahaman mendalam terhadap preferensi pasar wisatawan domestik yang kini menjadi tulang punggung.
Jangan lewatkan update berita seputaran Bali Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari tiket.com