Bencana longsor dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Bangli, Bali, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada akses jalan desa hingga rumah warga. Longsor terjadi di wilayah perbukitan dan lereng yang memiliki kontur tanah labil, sehingga rawan pergerakan tanah saat curah hujan meningkat.
Pemerintah daerah bersama aparat desa langsung melakukan pendataan serta penanganan darurat guna mengurangi dampak yang lebih luas.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Akses Jalan Warga Mengalami Kerusakan
Salah satu dampak paling signifikan dari kejadian longsor ini adalah terputusnya akses jalan penghubung antarwilayah. Material berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.
Di beberapa titik, badan jalan bahkan mengalami ambles akibat tergerus air hujan. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga terganggu, termasuk aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok. Beberapa jalur alternatif terpaksa digunakan meskipun jaraknya lebih jauh dan kondisi jalannya terbatas.
Rumah Warga Terdampak Longsor
Selain infrastruktur jalan, sejumlah rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor. Dinding rumah retak, halaman tertimbun tanah, hingga bangunan yang berada sangat dekat dengan tebing mengalami risiko tinggi.
Salah satu dampak paling dirasakan akibat longsor di bali adalah rusaknya akses jalan penghubung antar desa. Material tanah, batu, dan lumpur menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi longsor susulan.
Baca Juga: Bencana Landa Karangasem Bali, Ibu dan Anak Tewas Terseret Banjir Bandang
Upaya Penanganan dan Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Bangli melalui instansi terkait segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menurunkan alat berat dan personel ke lokasi terdampak.
Pembersihan material longsor di jalan menjadi prioritas agar akses transportasi dapat segera kembali normal.
Selain itu, aparat desa dan relawan turut membantu warga membersihkan lingkungan sekitar rumah serta mendirikan posko darurat. Pendataan kerusakan dilakukan untuk menentukan langkah bantuan dan perbaikan jangka panjang.
Kewaspadaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Menyikapi kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor lanjutan.
Peristiwa longsor di Bangli menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar lereng curam saat hujan deras dan memastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap lancar.
Warga yang tinggal di daerah rawan diharapkan memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau pohon yang mulai miring.
Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, masyarakat disarankan untuk segera menjauh dari lereng dan tebing demi keselamatan.
Pemerintah juga berencana meningkatkan mitigasi bencana melalui sosialisasi dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan longsor.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di Bali Indonesia.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari gatrabali.com