Gagasan unik kembali dilontarkan Koster dengan mengusulkan penggunaan kalender khusus Bali yang berbeda dari kalender nasional.
Koster menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan sekadar ide simbolik, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas dan kearifan lokal Bali. Menurutnya, Bali memiliki sistem penanggalan tradisional yang kaya dan telah digunakan turun-temurun dalam kehidupan adat dan keagamaan.
Usulan kalender sendiri dinilai sebagai langkah berani untuk menempatkan budaya Bali sejajar dengan sistem modern. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Latar Belakang Gagasan Kalender Bali
Usulan kalender Bali tidak muncul secara tiba-tiba. Selama ini, masyarakat Bali telah mengenal sistem kalender tradisional seperti Kalender Saka dan Pawukon yang menjadi rujukan utama dalam menentukan hari-hari penting adat dan keagamaan.
Namun, dalam praktik sehari-hari, kalender nasional tetap menjadi acuan utama aktivitas pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi. Koster menilai ketergantungan penuh pada kalender nasional membuat nilai-nilai lokal kian terpinggirkan.
Dengan mengusulkan kalender Bali berdurasi 35 hari per bulan, ia ingin menciptakan sistem waktu yang lebih selaras dengan ritme budaya dan spiritual masyarakat Bali. Gagasan ini juga disebut sebagai bagian dari visi pembangunan Bali berbasis budaya.
Antara Identitas Budaya Modern
Usulan kalender Bali dengan sebulan 35 hari mencerminkan dilema klasik antara pelestarian budaya dan tuntutan modernitas. Di satu sisi, Bali memiliki kekayaan tradisi yang layak dijaga dan diperkuat melalui kebijakan inovatif.
Di sisi lain, Bali juga merupakan bagian dari sistem nasional dan global yang membutuhkan keseragaman tertentu dalam tata waktu.
Koster menegaskan bahwa dialog dan kajian akan menjadi kunci sebelum gagasan ini diwujudkan. Pemerintah Provinsi Bali berencana melibatkan tokoh adat, akademisi, dan pemerintah pusat untuk membahas kemungkinan penerapan kalender Bali secara bertahap.
Ia berharap usulan ini tidak dipahami secara sempit, melainkan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan budaya.
Gagasan kalender Bali menjadi contoh bagaimana kebijakan daerah dapat memantik diskusi nasional tentang identitas, otonomi, dan keberagaman.
Apakah kalender sebulan 35 hari akan benar-benar diterapkan atau tidak, wacana ini telah membuka ruang refleksi tentang bagaimana Indonesia merawat kekayaan budaya di tengah dinamika zaman.
Dalam penjelasan awal, konsep sebulan 35 hari dimaksudkan untuk menyesuaikan siklus aktivitas adat dan upacara yang sering kali tidak sejalan dengan kalender Masehi.
Koster menilai sistem waktu yang lebih panjang dalam satu bulan akan memberikan ruang yang lebih proporsional bagi masyarakat untuk menjalani kewajiban adat, ritual keagamaan, serta aktivitas sosial tanpa tekanan jadwal yang terlalu padat.
Ia juga menekankan bahwa kalender Bali tidak dimaksudkan untuk menggantikan kalender nasional secara total. Kalender tersebut diusulkan sebagai sistem pendamping yang berlaku khusus di Bali, terutama untuk pengaturan kegiatan adat, budaya, dan sebagian aktivitas pemerintahan daerah.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan modern tanpa meninggalkan akar budayanya.
Respons Publik Dan Tantangan Implementasi
Gagasan kalender Bali menuai beragam respons. Sebagian kalangan menyambut positif karena dinilai sebagai langkah progresif dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah arus globalisasi. Mereka melihat kalender sendiri sebagai simbol kedaulatan budaya dan bentuk keberanian daerah dalam merawat warisan leluhur.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan aspek praktis dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Pelaku usaha dan sektor pariwisata menyoroti potensi kebingungan dalam pengaturan jadwal kerja, kontrak bisnis, hingga hubungan dengan pihak luar Bali.
Akademisi juga mengingatkan bahwa penerapan kalender baru memerlukan kajian mendalam agar tidak bertentangan dengan regulasi nasional.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di Bali Indonesia.