Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bali selama dua hari berturut-turut memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah wilayah.
Kabupaten Badung, Tabanan, dan Karangasem menjadi daerah yang paling terdampak akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Longsor terjadi di beberapa titik lereng perbukitan dan daerah rawan, menyebabkan akses jalan terputus serta menimbulkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan sekitar.
Curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi jenuh air sehingga kehilangan daya ikat. Kondisi ini diperparah oleh kontur wilayah Bali yang didominasi perbukitan dan tebing curam.
Akibatnya, pergerakan tanah tidak dapat dihindari dan menimbulkan longsor yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada malam hingga dini hari.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Dampak Longsor di Kabupaten Badung
Di Kabupaten Badung, longsor dilaporkan terjadi di beberapa ruas jalan penghubung antarwilayah. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan sehingga menghambat mobilitas warga dan wisatawan.
Beberapa kendaraan sempat terjebak sebelum petugas melakukan penanganan darurat. Selain itu, longsor juga mengancam permukiman warga yang berada di sekitar lereng.
Pemerintah daerah setempat bergerak cepat dengan menurunkan petugas untuk membersihkan material longsor. Alat berat dikerahkan guna membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, mengingat hujan masih berpotensi turun.
Longsor Ganggu Aktivitas Warga Tabanan
Kabupaten Tabanan turut terdampak longsor akibat hujan dua hari berturut-turut. Di wilayah ini, longsor terjadi di kawasan perbukitan dan lahan pertanian.
Sejumlah akses menuju desa terhambat, membuat aktivitas warga terganggu, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Material longsor berupa tanah dan pohon tumbang menutup jalan desa dan saluran air. Kondisi tersebut menyebabkan genangan di beberapa titik.
Petugas gabungan bersama warga setempat bergotong royong melakukan pembersihan sambil menunggu bantuan alat berat dari pemerintah daerah.
Baca Juga:
Karangasem Alami Longsor di Daerah Lereng
Di Kabupaten Karangasem, longsor dilaporkan terjadi di wilayah lereng dan jalur penghubung antar kecamatan. Tanah longsor membawa material batu dan lumpur yang menutup jalan serta mendekati permukiman warga.
Beberapa keluarga terpaksa meningkatkan kesiapsiagaan karena lokasi rumah mereka berada tidak jauh dari titik longsor.
Pihak berwenang melakukan pemantauan intensif di daerah rawan. Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng curam dan sungai, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Langkah antisipasi ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa apabila longsor susulan terjadi.
Upaya Penanganan & Imbauan Kewaspadaan
BPBD di masing-masing kabupaten melakukan koordinasi untuk menangani dampak longsor secara cepat dan terpadu. Pembersihan material, pendataan kerusakan, serta pengamanan lokasi menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah darurat jika diperlukan evakuasi warga di daerah yang dinilai berisiko tinggi.
Bencana longsor yang melanda Badung, Tabanan, dan Karangasem menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di Bali Indonesia.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari gatrabali.com