Tungku masih menyala setelah memasak nasi goreng, dapur rumah warga ludes terbakar, Insiden ini jadi peringatan penting keselamatan memasak.
Memasak sepele seperti menyiapkan nasi goreng bisa berubah jadi bencana jika kehati-hatian diabaikan. Kejadian di sebuah rumah ini membuktikan betapa cepatnya api bisa melahap dapur.
Insiden ini menjadi pengingat bagi semua orang bahwa keselamatan di dapur tidak boleh diremehkan. Bagaimana kronologi kebakaran dan langkah penanganan yang dilakukan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini di Bali Indonesia.
Tungku Lupa Dimatikan, Dapur Di Sidemen Hangus Terbakar
Sebuah bangunan dapur milik Gusti Ayu Jelantik di Banjar Dinas Tengah, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Karangasem, ludes terbakar pada Sabtu (31/1/2026). Dugaan sementara, kebakaran disebabkan karena tungku yang belum sepenuhnya padam setelah memasak.
Peristiwa ini terjadi setelah pemilik dapur memasak nasi goreng pada Jumat malam dan kemudian meninggalkan tungku untuk menonton televisi sebelum tidur. Api yang tersisa di tungku diduga perlahan merembet ke kayu bakar serta benda di sekitarnya.
Kebakaran ini menjadi peringatan nyata tentang risiko keselamatan saat menggunakan tungku tradisional. Seorang warga yang mengetahui insiden mengungkapkan bahwa api menyebar cukup cepat, terutama karena material bangunan yang mudah terbakar.
Kronologi Kebakaran Dan Upaya Pemadaman
Pemilik dapur baru menyadari kejadian saat hendak pergi ke pasar sekitar pukul 05.30 Wita. Saat itu, api sudah membesar dan melahap bagian atap bangunan secara cepat.
Melihat kebakaran, Gusti Ayu segera meminta bantuan warga sekitar. Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api. Berkat kerja sama, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar rumah.
Meskipun berhasil dipadamkan, seluruh bangunan dan peralatan memasak yang ada di dalamnya hangus terbakar. Tidak ada benda yang bisa diselamatkan, sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah! Bali Siaga Tapi Turis India Masih Bisa Masuk
Faktor Penyebab Dan Risiko Tungku Tradisional
Menurut Kapolsek Sidemen, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja, kebakaran ini bermula dari kelalaian pemilik dalam memastikan tungku padam sepenuhnya setelah memasak. Material kayu dan benda mudah terbakar di sekitar tungku mempercepat penyebaran api.
Insiden ini menunjukkan risiko tinggi penggunaan tungku tradisional, terutama jika tidak diawasi secara penuh. Kejadian serupa dapat terjadi kapan saja jika kehati-hatian diabaikan.
Polisi menekankan pentingnya langkah pencegahan seperti menyingkirkan benda mudah terbakar di sekitar tungku dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan area dapur.
Kerugian Dan Pelajaran Keselamatan
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp50 juta, meliputi seluruh bangunan dan peralatan memasak. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Desa Sidemen dan sekitarnya untuk selalu waspada saat menggunakan tungku. Kesadaran akan keselamatan dapur tradisional perlu ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang.
Selain itu, kebakaran ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana kecil yang bisa berubah menjadi kerugian besar. Kerjasama cepat antara pemilik rumah dan tetangga menjadi kunci keberhasilan pemadaman api.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com