Bocah 8 tahun di Karangasem meninggal diduga rabies akibat gigitan anjing liar sebulan lalu. Waspada bahaya rabies pada anak!
Tragedi memilukan terjadi di Karangasem, Bali. Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun meninggal dunia setelah digigit anjing liar sebulan lalu.
Kasus ini kembali menyoroti bahaya rabies yang bisa mengancam nyawa, terutama jika gigitan tidak segera ditangani secara medis. Simak kronologi lengkap di Bali Indonesia dan langkah-langkah pencegahan yang penting diketahui orang tua di bawah ini.
Bocah 8 Tahun Di Karangasem Meninggal Diduga Rabies
Seorang bocah perempuan berinisial NMRW, usia 8 tahun, asal Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, meninggal dunia pada Rabu (7/1/2026). Kematian ini diduga akibat rabies, setelah sebelumnya digigit seekor anjing liar sekitar sebulan yang lalu.
Kronologi Dugaan Rabies
Menurut Kepala Desa Labasari, I Gede Geria, bocah tersebut meninggal dunia, meskipun pihaknya belum memiliki informasi lengkap terkait kronologi kejadian sejak awal hingga meninggalnya korban. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, menambahkan bahwa NMRW memiliki riwayat gigitan anjing sekitar satu bulan sebelumnya.
Sayangnya, setelah digigit, korban tidak langsung mendapatkan perawatan medis yang memadai. Berdasarkan data yang dihimpun, pada Selasa (6/1/2026) pagi, NMRW tetap bersekolah seperti biasa.
Namun, sepulang sekolah, ia mulai menunjukkan gejala demam dan kelemahan tubuh. Keluarga kemudian membawa NMRW ke Puskesmas Abang untuk perawatan awal. Di sini, gejala khas rabies mulai muncul, termasuk kesulitan menelan, takut air, serta ketakutan terhadap angin.
Baca Juga:Â Waspada! Bali Terancam Hujan Lebat Dan Angin Kencang Hari Ini!
Gigitan Anjing Dan Perawatan Yang Terlambat
NMRW digigit seekor anak anjing liar pada bagian kaki. Luka goresannya hanya dibersihkan dengan sabun, tanpa dilakukan tindakan medis lanjutan.
Anjing yang menggigitnya diketahui tidak diketahui keberadaannya setelah kejadian, sehingga tidak dapat dipantau untuk kemungkinan rabies. Peristiwa ini menyoroti risiko gigitan hewan tanpa pengawasan, terutama anjing liar, yang bisa menjadi sumber penularan rabies pada manusia, khususnya anak-anak.
Penanganan Medis Dan Upaya Rumah Sakit
Setelah menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, NMRW dirujuk ke RSUD Karangasem. Direktur Utama RSUD Karangasem, dr. I Putu Angga Wirayogi, mengonfirmasi adanya pasien anak yang meninggal dengan dugaan rabies.
Saat tiba di rumah sakit, korban dalam kondisi gelisah, kejang-kejang, dan menunjukkan ketakutan terhadap air dan angin. Tim medis telah memberikan penanganan maksimal sesuai protokol, namun sayangnya, kondisi NMRW memburuk hingga akhirnya meninggal pada siang hari.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya rabies dan perlunya tindakan cepat setelah gigitan hewan. Perawatan medis yang terlambat atau diabaikan dapat berakibat fatal, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit ini.
Jangan lewatkan update berita seputaran Bali Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari harianhaluan.com