Bencana banjir bandang melanda Karangasem, Bali, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan aliran sungai meluap dengan arus sangat deras, membawa material lumpur, batu, dan kayu.
Sejumlah wilayah permukiman yang berada di sekitar aliran sungai terdampak parah, mengakibatkan kerusakan rumah warga serta menelan korban jiwa.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Ibu dan Anak Menjadi Korban Tewas Terseret Arus
Dalam peristiwa banjir bandang tersebut, dua korban jiwa dilaporkan meninggal dunia.
Korban merupakan seorang ibu dan anak yang terseret arus deras saat banjir melanda kawasan tempat tinggal mereka.
Keduanya diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika air bah tiba-tiba masuk ke rumah dan menghanyutkan bangunan yang berada di bantaran sungai.
Tim pencarian dan pertolongan menemukan jasad korban setelah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Proses evakuasi berjalan cukup sulit karena medan yang berat dan kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar yang turut merasakan kehilangan besar.
Dampak Kerusakan dan Warga Mengungsi
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan permukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan rusak berat, sementara lainnya terendam lumpur.
Akses jalan di beberapa titik terputus akibat tertimbun material banjir, sehingga menghambat aktivitas warga dan distribusi bantuan.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti balai desa dan rumah kerabat.
Pemerintah daerah bersama relawan mendirikan posko darurat untuk memberikan bantuan logistik, makanan, dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Hingga saat ini, pendataan jumlah kerugian material masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Baca Juga: Terkuak! Dalang Banjir Tibubeneng, 20 Bangunan di Bibir Sungai Terancam Dibongkar!
Upaya Penanganan dan Evakuasi Oleh Petugas

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, serta relawan bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan pascabencana.
Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun atau terbawa arus, serta membantu warga yang terdampak langsung.
Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan kayu yang menutup akses jalan serta sungai.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Antisipasi Bencana Susulan
Pemerintah Kabupaten Karangasem mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Warga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila terjadi peningkatan debit air sungai atau tanda-tanda banjir bandang.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis rawan.
Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak kembali menelan korban jiwa di masa mendatang.
Kesimpulan
Menurut keterangan pihak berwenang, hujan dengan intensitas tinggi telah terjadi sejak sore hingga malam hari.
Kondisi geografis Karangasem yang didominasi daerah perbukitan mempercepat aliran air dari hulu ke hilir, sehingga banjir bandang sulit dihindari.
Warga yang tidak sempat menyelamatkan diri menjadi korban dalam kejadian tragis ini.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di Bali Indonesia.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari gatrabali.com