Penyelidikan mengungkap dalang banjir Tibubeneng, 20 bangunan di bibir sungai terancam dibongkar segera pemerintah setempat.

Banjir yang kerap melanda Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, mulai menemukan titik terang. Satpol PP Badung menindaklanjuti perintah Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta untuk mengusut penyebabnya. Investigasi awal mengarah pada dugaan penyempitan aliran sungai akibat pembangunan di bantaran sungai.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Bali di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bali Indonesia.
Penyelidikan Intensif Dan Kolaborasi Antar Instansi
Satpol PP Kabupaten Badung bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Perintah ini khusus untuk menangani persoalan banjir di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Sebanyak 20 bangunan yang berdiri di sepanjang aliran sungai menjadi fokus utama penyelidikan.
Bangunan-bangunan tersebut dicurigai menjadi penyebab utama penyempitan aliran sungai, yang pada akhirnya memicu banjir. Jenis bangunannya bervariasi, mulai dari vila mewah, hotel, pertokoan, hingga rumah tinggal pribadi. Semua kini dalam pengawasan ketat tim investigasi.
Pendataan awal dilakukan oleh tim gabungan yang solid. Tim ini melibatkan Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Camat Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Tegal Gundul dan Kaling Berawa.
Mendalami Perizinan Dan Kepemilikan Bangunan
Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Wabup Badung. Tujuannya adalah mitigasi awal, yaitu mengumpulkan data dan fakta di lapangan. Mereka ingin memastikan perizinan dan kepemilikan bangunan usaha di sekitar sungai.
Satpol PP Badung tidak akan main-main dalam melakukan investigasi mendalam. Pemilik bangunan akan dipanggil untuk klarifikasi, dan mereka wajib membawa bukti kepemilikan serta perizinan usaha yang sah. Proses ini diharapkan bisa mengungkap status hukum dari 20 bangunan yang dicurigai.
Data yang berhasil dikumpulkan nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut. Instansi terkait seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badung akan turut serta dalam verifikasi data ini.
Menuju Pengambilan Keputusan Krusial

Dalam proses klarifikasi, Satpol PP akan didampingi oleh Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dinas LHK Badung. Pendampingan ini penting untuk memastikan seluruh aspek teknis dan lingkungan telah dipertimbangkan dengan baik dan benar.
Setelah seluruh data terkumpul lengkap dan terverifikasi, hasilnya akan dilaporkan secara komprehensif. Laporan ini akan disampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Badung. Mereka akan menjadi penentu keputusan akhir.
Keputusan akhir ini akan sangat krusial, menentukan nasib dari 20 bangunan yang diduga menjadi biang kerok banjir. Apakah akan ada pembongkaran, penataan ulang, atau solusi lain yang akan diambil demi keberlangsungan lingkungan dan masyarakat.
Akar Masalah Dan Arahan Wakil Bupati
Dugaan penyempitan aliran sungai ini masih dalam proses pendalaman dan studi lebih lanjut. Informasi awal dari kepala lingkungan setempat memang mengindikasikan adanya masalah tersebut. Data kepemilikan usaha akan disandingkan dengan data dari BPN Badung.
Sebelumnya, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau langsung dua lokasi banjir di Kuta Utara. Lokasi tersebut adalah Lingkungan Krisnantara, Desa Tibubeneng, dan Jalan Sri Kahyangan, Desa Canggu. Peninjauan ini dilakukan pada Minggu (14/12) untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat.
Gus Bota, sapaan akrab Wakil Bupati, mendapati air sering meluap di Jalan Sri Kahyangan, Canggu, yang kuat dugaan disebabkan oleh penyempitan aliran sungai. Oleh karena itu, ia langsung memerintahkan dinas terkait untuk melakukan mitigasi terhadap bangunan di bibir sungai.
Jangan lewatkan update berita seputaran Bali Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari gatrabali.com